Safari Ramadan di Sendaur, Sekda Meranti Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan

Jumat, 13 Maret 2026 . Waktu baca 2 menit 18 detik
image
Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di Masjid Hidayatussobirin, Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir
image
image
image
image

MERANTI – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan dampak kerusakan yang besar serta berujung pada persoalan hukum.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di Masjid Hidayatussobirin, Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Jumat (13/3/2026) malam.

Sudandri menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun kerap dianggap sepele, sebenarnya membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

Ia mengaku, pada masa lalu pernah merasa iba kepada masyarakat yang berhadapan dengan hukum akibat membakar lahan. Namun setelah memahami dampaknya secara lebih luas, ia menyadari bahwa kebakaran lahan justru membawa mudarat yang besar.

“Awalnya kita kasihan kepada kawan-kawan yang berhadapan dengan hukum karena membakar lahan. Tetapi setelah kita kaji, ternyata mudaratnya sangat besar, bahkan dapat merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Sudandri juga menjelaskan bahwa saat ini pemantauan titik api sudah dilakukan secara ketat menggunakan teknologi, sehingga setiap kejadian kebakaran lahan dapat dengan mudah terdeteksi oleh pihak berwenang.

“Sekarang dengan sistem dan aplikasi yang ada, titik api dapat dipantau selama 24 jam. Di Polda Riau dan Badan Penanggulangan Bencana, setiap titik api langsung terlihat di layar, sehingga tidak bisa ditutup-tutupi,” jelasnya.

Untuk itu ia mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Marilah kita saling mengingatkan dan menasihati agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah kita, karena dampaknya sangat merugikan bagi kita semua,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sudandri juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat Desa Sendaur terhadap rombongan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia mengatakan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat serta wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan akhlak serta tempat mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Safari Ramadan merupakan agenda rutin pemerintah daerah sebagai upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Sebelumnya, Camat Rangsang Pesisir, Syaherullah, juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menyebutkan bahwa pada siang hari sebelum kegiatan berlangsung sempat terjadi kebakaran lahan di Desa Kedaburapat yang berada di perbatasan wilayah Sendaur dan Parit Amat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tadi siang terjadi kebakaran di Desa Kedaburapat di perbatasan Sendaur dengan Parit Amat,” ungkapnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sampai berurusan dengan hukum akibat kebakaran lahan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Jangan sampai pada hari yang fitri nanti kita harus berurusan dengan hukum. Orang lain berlebaran bersama keluarga, sementara kita harus berlebaran di balik jeruji,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga menyalurkan bantuan sosial berupa santunan kepada 20 orang kaum duafa masing-masing sebesar Rp500.000 serta 15 paket bantuan konsumtif Ramadan dari Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti bagi para mustahik di Kecamatan Rangsang Pesisir.

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti